Selasa, 10 Januari 2017

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT.Yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya keapada kami,sehingga kami dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.Makalah yang kami bahas tentang “Informasi dan Teknologi (IT) dalam Bidang Keperawatan”.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen kami yang telah membimbing kami,dan teman-teman  yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.Semoga Allah SWT  membalasnya dengan kebaikan.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini,masih jauh dari kesempurnaan,baik dari tehnik penyusunannya maupun materinya.Maka kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan,untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya kepada kami,umumnya kepada semua.
Watampone, 22 November 2016


Almawati










DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I      :  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.......................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah..................................................................................... 1
C.     Tujuan........................................................................................................ 1
BAB II    :  PEMBAHASAN
A.    Pengertian Teknologi Informasi................................................................ 2
B.     Pengertian Teknologi dan Informasi dalam Bidang Keperawatan........... 2
C.     Teknologi dan Informasi dalam Bidang Keperawatan............................. 2
D.    Pemanfaatan Teknologi dan Informasi dalam Bidang Keperawatan........ 3
E.     Dampak Pelayanan Terhadap Kesehatan.................................................. 4
BAB III.. :  PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................ 6
B.     Saran.......................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 7













BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Teknologi adalah suatu kebutuhan yang sangat penting dalam bidang apapun. Khususnya dalam bidang Ilmu Keperawatan, tidak hanya dengan teori dan praktik saja, namun teknologi pun ikut andil dalam pelaksanaan keperawatan itu sendiri. Dengan demikian kita dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman dengan hadirnya informasi terbaru dan terupdete dalam dunia kesehatan.
B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas didapat rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa itu teknologi dan informasi ?
2.      Apa itu teknologi dan informasi dalam bidang keperawatan ?
3.      Apa manfaat dari teknologi dan informasi dalam bidang keperawatan ?
4.      Apa dampak dari teknologi dan informasi dalam pelayanan kesehatan?
C.     Tujuan
1.      Dapat menjelaskan pengertian teknologi dan informasi
2.      Dapat mengetahui apa itu teknologi dan informasi dalam bidang keperawatan
3.      Mengetahui manfaat dari teknologi dan informasi dalam bidang keperawatan
4.      Mengetahui dampak dari teknologi dan informasi dalam pelayanan kesehatan







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Teknologi dan Informasi
Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Informasi adalah hasil pemprosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya.
Jadi, bisa kita simpulkan bahwa Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar.
B.     Pengertian Teknologi dan Informasi dalam Bidang Keperawatan
Informatika dalam keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer dan informasi dengan ilmu keperawatan. Informatika keperawatan adalah bagian dari informatika perawatan kesehatan yang lebih besar. Perawat dipersiapkan sebagai spesialis dalam bidang ini, yang pasti seorang perawat harus memahami Teknologi Informasi.
C.    Teknologi dan Informasi dalam Bidang Keperawatan
Pemanfaatan teknologi akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia. Perkembangan teknologi mempunyai peran penting terhadap kehidupan manusia termasuk di dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang ikut serta berperan dalam pelayanan kesehatan merasakan dampaknya.
Perkembangan teknologi informasi khususnya internet memberi peluang kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang salah satu persoalan penting yang dihadapi sehari hari yaitu kesehatan. Peningkatan pemahaman tentang kesehatan ini dapat membawa pengaruh yang sangat besar terhadap cara pandang masyarakat terhadap kebiasaan hidup sehari-hari yang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan manusia. Sebagai contoh konsumsi makanan yang menyehatkan dan penjelasan berbagai alternatif bahan obat-obatan yang dapat membantu mengobati penyakit yang sedang diderita.
Keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif dan advokatif. Keperawatan sebagai suatu profesii menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan standart dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik.
Dalam melaksanakan praktik keperawatan, tentunya perawat berhadapan dengan berbagai macam kondisi klien. Pengalaman merawat klien ditatanan klinik menjadi sebuah pengalaman berharga sebagai bekal dalam menjalankan pelayanan keperawatan yang professional. Namun hal itu tentu tidak cukup, karena kondisi klien, pengetahuan klien yang meningkat, dan mudahnya akses informasi melalui teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat, menutut  perawat untuk juga mengembangkan diri untuk meningkatkan profesionalis-menya.
D.    Manfaat Teknologi dan Informasi dalam Bidang Keperawatan
Salah satu contoh pemanfaatan Teknologi Informasi yaitu penggunaan gadget, misalnya personalized digital asistant (PDA). Dengan gadget ini, seorang perawat bisa melakukan pengumpulan database pasien, organizer, mengakses secara cepat informasi tentang obat dan penyakit, perhitungan kalkulasi obat dan juga bisa digunakan untuk membuat rencana asuhan keperawatan.
Penerapan Teknologi Informasi dalam keperawatan lainnya seperti sistem registrasi online, penggunaan robot untuk merawat pasien, telenursing, yaitu penggunaan Teknologi Informasi dalam pelayan keperawatan, dan berbagai hal lainnya.
E.     Dampak Pelayanan Terhadap Kesehatan
1.      Peningkatan mutu pelayanan
Dengan adanya internet, akan mempermudah dalam mencari informasi sehingga memungkinkan bagi perawata untuk senantia mengupdate keilmuan melalui internet dengan mengakses berbagai perkembangan ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan bidang pelayanan keperawatan.
Selain itu, perawat sebagai salah satu bagian dari tenaga kesehatan yang meliputi pelayanan terhadap masyarakat mulai dari tahap promotif, preventif, ceratif sampai rehabilitative. Dengan adanya akses internet yang mudah digunakan oleh siapa saja, maka perawat bisa menggunakan media internet sebagai promosi kesehata yang bisa efektif dan bisa diakses oleh siapapun.
2.      Perkembangan ilmu pengetahuan
Menjalankan praktik keperawatan diruang perawatan berdasarkan evidence based menjadi sebuah tuntutan karena hal ini merupakan upaya signifikan dalam memperbaiki pelayanan kesehatan yang berorientasi pada efektifitas biaya dan manfaat (cost-benefit effectiveness). Menurut sebuah studi meta-analysis terhadap berbagai laporan penelitian keperawatan yang dilakukan oleh Heater, Beckker, dan Olson (1988), menjumpai bahwa pasien yang mendapatkan intervensi keperawatan bersumber dari riset memiliki luaran yang lebih baik bila dibandingkan dengan pasien yang hanya mendapatkan intervensi standar. Praktik pelayanan kesehatan yang berdasarkan fakta empiris (evidence based practice) bertujuan untuk memberikan cara menurut fakta terbaik dari riset yang diaplikasikan secara hati-hati dan bijaksana dalam tindakan preventif, pendeteksian, maupun pelayanan kesehatan.
3.      Pengembangan pelayanan keperawatan
Tuntutan pelayanan keperawatan yang profesional dari masyarakat menuntut perawat untuk mengupdate pengetahuannya dan menjalankan asuhan keperawatan berdasarkan evidence based. Perawat yang bekerja di ruangan mempunyai keterbatasan waktu untuk bisa mengakses evidence based tersebut.  Beberapa artikel tentang akses internet ditempat kerja menunjukkan bahwa adanya akses internet akan membantu perawat dalam mengakses evidence based walau adanya keterbatasan waktu karena mereka dapat melakukannya dengan cepat. Hal ini akan membantu perawat meningkatkan kepercayaan diri, ketrampilan dalam memberi asuhan dan memperoleh informasi dari beberapa rekan dari belahan dunia lainnya.
4.      Sarana perpustakaan
Selain hal-hal tersebut diatas, Internet juga menyediakan fasilitas Perpustaakan Online, yang berupa kumpulan-kumpulan Web sites dari perpustakaan kelas dunia. Dalam Situs ini kita dapat memperoleh buku-buku yang dapat kita baca secara online maupun offline (setelah kita download terlebih dulu) secara gratis, buku-buku tersebut mulai dari kesehatan, ensiklopedia, Novel, Iptek, dan sebagainya.




















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Teknologi Informasi membantu manusia dalam berbagai bidang kehidupannya, salah satunya dalam bidang kesehatan,khususnya keperawatan. Diharapkan, dengan penggunaan teknologi dan informasi  ini, perawat dan klien sama-sama senang.
Teknologi Informasi juga bagai dua buah mata uang, meski terdapat banyak manfaat positif, pasti ada hal negatifnya juga, itu memang sudah menjadi pro dan kontra. Maka, kitalah sebagai pemakai, yang harus bisa menggunakannya secara bijak.
B.     Saran
Setelah mahasiswa mempelajari dan memahami manfaat teknologi dan informasi dalam bidang keperawatan,di harapkan mahasiswa mampu mengaflikasikannya dilapangan untuk meningkatkan profesionalisme perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan.








DAFTAR PUSTAKA
Haryanto,Edy.2008.Teknologi Informasi dan Komunikasi;Konsep dan Perkembangan teknologi dalam Keperawatan.
http://itdalambidangkeperawatan.blogspot.co.id/2015/10/it-dalam-bidang-keperawatan.html



PENGKAJIAN
I.Biodata
A. Identitas Klien
1. Nama                          :Tn”M”
2. Usia                         :53 Tahun
3. Jenis Kelamin          :Laki-Laki
4. Agama                     :Islam
5. Suku Bangsa            :Bugis
6. Status Pernikahan    :Kawin
7. pekerjaan                  :Petani
8. Nomor RM                :26 44 19
9. Tanggal Masuk RS    :20-08-2016
10. Tanggal Penakajian : 21-08-2016

B. Penanggung Jawab
1. Nama                           :Suherman
2. Usia                             :31 Tahun
3. Jenis Kelamin              :Laki-Laki
4. Pekerjaan                     :Pegawai
5. Hubungan dengan Klien:Anak

II. Keluhan Utama
1.        Keluhan utama : lemas
2.        Faktor pencetus : bertahap
3.        Timbulnya keluhan :
4.        Timbul keluhan : pada saat klien beraktifitas
5.        Faktor yang memperberat : keluhan timbul saat beraktivitas
6.        Upaya yang di lakukan untuk mengatasinya :
       Di bantu : klien di bantu oleh keluarga atau perawat
7.        Diagnosa medik : anemis
III. Riwayat Kesehatan
a.         Riwayat kesehatan sekarang :
               klien masuk RS tenriawaru bone pada tanggal 20 agustus 2016 dengan keluhan lemas, keluhan bertambah bila beraktivitas dan di rasakan hilang timbul sejak upaya yang di lakukan untuk mengatasinya yaitu di bantu oleh keluarga atau perawat`
b.        Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Klien mengatakan tidak pernah masuk di RS
c.         Riwayat Kesehatan Keluarga
Tidak ada keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan klien

IV. Riwayat Psikososial
1.              Pola konsep Diri
a.              Citra Tubuh : klien hanya menganggap dirinya orang biasa
b.              Identitas Diri : keluarga klien mengatakan bahwa klien anak ke 3 dari 4 bersaudara
c.              Peran Diri : keluarga klien mengatakan klien berperan sebagai kepala rumah tangga
d.             Ideal Diri : keluarga klien mengatakan agar klien cepat sembuh dan dapat kembali pulang dan bisa berkumpul bersama keluarganya
e.              Harga Diri : keluarga klien mengatakan klien di sayangi dan di hargai oleh keluarganya
2.              Pola Kognitif : klien tidak mengalami gangguan ingatan
3.              Pola Koping : klien dalam mengambil keputusan selalu melibatkan keluarga
4.              Pola Interaksi : klien dapat berinteraksi dan keluarga, dokter dan perawat dengan baik.

V. Riwayat Spritual 
1. Ketaatan Klien Beribadah : sebelum masuk RS klien masih melaksanakan sholat 5 waktu, setelah di rawat di RS klien tidak dapat melaksanakan sholat 5 waktu.
2. Dukungan Keluarga Klien : keluarga klien sangat mendukung atas perawatan yang di berikan dan senantiasa memberikan semangat kepada klien.
3. Ritual Yang Biasa Di Jalankan Klien : klien selalu berdoa agar cepat sembuh.

VI. Pemeriksaan Fisik
A.    Keadaan Umum Klien
1.      Tanda-tanda stress : klien lemas
2.      Penampilan di hubungkan dengan usia : penampilan klien sesuai dengan usia.
3.      Ekspresi wajah : meringis
-Bicara : kurang baik atau tidak jelas
-Mood : kurang baik
4. Tinggi Badan : 165 cm
    Berat Badan : 42 kg
    Gaya Berjalan : bedrest
B.     Tanda-Tanda Vital
TD : 130/70 mmhg
S : 370 C
N : 85x/i
P : 20x/i
C.     Sistem Pernapasan
1.      Hidung
a.       Inspeksi
Hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada pernapasan cuping hidung tidak ada sekret yang menghalangi penciuman, tidak ada polip, tidak ada epistaksis.
b.      Palpasi
Tidak ada nyeri tekan, tidak teraba adanya benjolan.
2.      Leher
a.       Inspeksi : tidak terdapat adanya pembesaran kelenjar tiroid.
b.      Palpasi : tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid. Refleks menelan kurang baik, tidak terdapat adanya tumor, tidak adanya nyeri tekan.
3.      Dada
a.       Inspeksi
Bentuk dada simetris kiri dan kanan, pergerakan dada mengikuti irama napas, perbendingan ukuran anterior dan pasterior 2:1, suara napas vasikuler (inspirasi˃ekspirasi) dan tidak ada nafas tambahan.
b.      Palpasi
Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan
Ekspansi dada simetris kiri dan kanan
D.    Sistem kardiovaskuler
1.      Inspeksi
Konjungtiva pucat, bibir pucat
2.      Palpasi
Arteri karotis cukup lemah daan vena jogularis tidak meninggi
3.      Auskultasi
Bunyi jantung s1:lup s2:dup, tidak ada bunyi tambahan murmur atau gallop
E.     Sistem pencernaan
1.      Inspeksi
Sklera tidak ikterus, bibir kering, tidak ada stomatitis, abdomen simetris kiri dan kanan.
2.      Palpasi
Tidak ada nyeri tekan pada abdomen, abdomen kembung, feses tidak teraba pada daerah kuadran kiri bawah kkolor desenden
3.      Auskultasi
Gerakan peristaltik 6x/i

F.      Sistem indra
a.       Mata
1.      Inspeksi
-kelopak mata tidak udema, alis mata pendek kiri dan kanan.
-visus:klien mampu melihat dengan jarak 30 cm dengan menggunakan objek jek yang di berikan.
-lapang pandang: klien mampu melihat objek dengan jarak 1800 sesuai dengan perintah
2.   Palpasi
Tidak ada nyeri tekan
b.      Hidung
1.      Inspeksi
Simetris kiri dan kanan, tidak ada sekret yang menghalangi,penciuman tidak ada epitaksis.
2.      Palpasi
Tidak ada nyeri tekan.
c.       Telinga
1.      Inspeksi
Simetris kiri dan kanan, kanal auditorius bersih, tidak ada serumen.
2.      Palpasi
Kedua daun telinga lentur, tidak ada nyeri tekan.
G.    Sistem syaraf
a.       Fungsi cerebral
1.      Status mental orientasi
Klien mengetahui hari ini, tanggal dan jam, klien dapat mengetahui kalau dirinya masuk RS, klien juga ampu mengenal keluarganya.




2.      Kesadaran
a.       Eyes:4 (dapat membuka mata secara spontan)
b.      Motorik:6 (dapat mengikuti perintah)
c.       Verbal:5 (mampu berbicara dengan baik)
3.      Bicara: kurang jelas
b.      Fungsi kranial
1.      Nervus I (olfaktorius): penciuman baik, klien mampu membedakan bau parfum dengan minyak kayu putih.
2.      Nervus II (optikus): klien mampu melihat dengan jarak 30 cm dan lapang pandang melihat dengan jarak 180o
3.      Nervus III,IV,VI (okulomotorius,trochlear,abducen): klien mampu menggerakkan bola mata kesegala arah, refleks kornea: baik
4.      Nervus V (trigemenus): refleks menelan kurang baik
5.      Nervus VII (fasialis):
-sensorik→klien mampu merasakan sentuhan
-otonom→terdapat                           dan laktaminasi
-motorik→klien dapat mengontrol gerakan wajah seperti tersenyum dan mengerutkan dahi
6.      Nervus VIII (akustikus): pendengaran klien krang baik, klien kurang mampu mendengarkan           apa yang di sampaikan.
7.      Nervus IX (glosulfaringeus): klien dapat merasakan manis dtan pahit.
8.      Nervus X (vagus): gerrakan ovula baik,terdapat reaksi rangsangan mual muntah.
9.      Nervus IX (assesonus): terdapat tekanan antara pipoi kiri dan kanan, terdapat tekanan pada pundak.
10.  Nervus XII (hipoglosus): klien mampu menjulurkan lidah dan menggerakkan ke kiri dan ke kanan.
C. Fungsi motorik


1         5
1     5

1.      Massa otot menurun
2.      Tonus otot lemah
3.      Kekuatan otot lemah
D.  fungsi sensorik
Klien dapat merasakan stimulus atau ransangan dari luar misalnya sentuhan suhu panas dan dingin, klien mampu merasakan nyeri
E. fungsi cerebelum
Klien mengatakan bahwa ia bisa  menjaga keseimbangan namun merasa pusing
F. reflleks
1. bisep            : +/+ (terdapat reaksi)
2. trisep           : +/+ (terdapat reaksi)
3. patella          : +/+ (terdapat reaksi)
4. babinsky      : +/+ (terdapat reaksi)
H. sistem muskoloskeletal
1. kepala
a. inspeksi : bentuk kepala mesocephal, rambut beruban
b. palpasi  : tidak ada nyeri tekan, rambu tidak mudah tercabut
2. vetebrae
a. tidak terdapat lordosisi
b. tidak terdapat kiposis
c. tidak terdapat scoliosis
3. Pelvis : gaja berjalan tidak dikaji
4. lutut : ada pembengkakan, karena reumatik klien kambuh
 5. kaki : tidak ad pembengkakan
6. tangan : ada pembengkakan bagian lengan karena reumatik
I. sistem Inntegumen
1. rambut
a. inspeksi  : rambut beruban. Rambut kusam
b. palpasi : rambut tidak mudah tercabut, tidak ada nyeri tekan
2. kulit
a. inspeksi : warna kulit sawomatang, kulit kering, kulit keriput
b. palpasi : temperatur teraba, hangat dan tidak ada nyeri tekan
3. kuku
a. inspeksi : warna putih, cembung dan tebal, permukaan kuku rata, kuku tangan dan kaki tidak panjang dan kotor
J. sistem endokrin
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, polidipsi dan polipagi tidak ada suhu dalam batas normal, keringat tidak berlebihan.
K. sistem perkemihan
Tidak terdapat edema, tidak terdapat nocturia dan disuria dan tidak mengalami kencing batu
L. sitem reproduksi
a. tidak dikaji karena klien menolak
b. klien sudah berkeluarga dan mempunyai  anak
c. pertumbuhan rambut
inspeksi : terdapat pertumbuhan pada ketiak
d.   Pertumuhan jakun : terdapat pertumbuhan jakun
M. sistem imun
Tidak terdapat riwayat alergi dan terdapat riwayat transfusi



VII. Aktivitas sehari-hari
NO
KONDISI
SEBELUM SAKIT
SAAT SAKIT

a.      NUTRISI


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Selera makan
Menu makan
Frekunsi makanan
Makanan yang di sukai
Makanan pantangan
Pembatasan pada makanan
Cara makan
Baik
Ikan, nasi, sayur
3x sehari
Gado-gado
Tidak ada
Tidak ada
sendiri
Kurang baik
Bubur
Tidak teratur
-
-
Tidak ada
Di bantu

3.          b.  cairan


1.
2.
3.
Jenis yang di konsumsi
Frekuensi makanan
Kebutuhan cairan
Air putih
8 gelas/hari
8 gelas/hari
Air putih dan cairan
Tidak teratur
Tidak teratur

c.       El       c. eminasi BAB dan BAK


1.
2.
3.
Tempat pembuangan
Konsistensi
Frekuensi
Wc
lancar
tidak teratur
Wc
Tidak teratur
Tidak teratur

     d. istirahat tidur


1.


2.
3.
4.
Jam tidur
Siang:
Malam:
Pola tidur
Kebiasaan sebelum tidur
Kesulitan tidur

13.00-15.30
21.00-04.30
Teratur
Nonton,baca doa
Tidak ada

Tidak teratur
Tidak teratur
Tidak teratur
Tidak ada
Gelisah

     e. olahraga


1.
2.
Program olahraga
Berapa lama olahraga
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

f. personal hygiene


1.


2.


3.
Mandi
Frekuensi
Alat mandi
Cuci rambut
Frekuensi
Alat
Gunting kuku
Frekuensi
Alat
Sendiri
2x/hari
Sabun
Sendiri
Tidak menentu
Sampo
Sendiri
2x/sebulan
Gunting kuku


g. aktivitas/mobilitas fisik


1.
2.
3.
4.
Kegiatan sehari-hari
Pengaturan pendapat harian
Penggunan alat bantu
Kesulitan pergerakan tubuh
Petani
Tidak ada
Tidak ada
Tidak sulit
Tidak ada
Tidak ada
Di bantu keluarga
Sulit

h. rekreasi


1.
2.
3.
4.
Perasaan saat bekerja
Berapa banyak waktu luang
Waktu senggang keluarga
Kegiatan libur
Senang
Tidak menentu
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Di bantu keluarga
Sulit

DATA FOKUS
Nama klien:Tn”M”                                                                       Diagnosa medis:anemis
Umur:53 tahun                                                                             Ruangan:interna 1
Jenis kelamin:laki-laki                                                                  Tanggal:21 agustus 2016
NO
DATA SUBJEKTIF
DATA OBJEKTIF
1.
2.

3.

4.


5.



6.

7.


8.
9.

10.

Klien mengatakan perasaan lemas
Klien mengatakan rasa sakitnya hilang timbul
Klien mengatakan sakitnya timbul pada saat beraktivitas
Klien mengatakan nafsu makan berkurang karena nyeri pada tenggorokan
Klien mengatakan susah bergerak karena sakit pada daerah bagian lengan kanan atas dan kaki kanan bagian bawah
Klien mengatakan selama 1 minggu baru 2x BAB
Klien mengatakan nyeri pada bagian lutut dan kanan karena reumatik klien kambuh
Klien mengatakan susah tidur
Klien mengatakan tidur hanya 1x24 jam
Klien mengatakan tidak pernah mandi selama masuk di RS
1.Klien meringis
2.skala nyeri 6(sedang)
3.conjungtiva pucat
4.abdomen kembung
5.bibir kering dan pucat
6.massa otot menurun,tonus otot   lemah,kekuatan otot lemah
7.terjadi pembengkakan pada lutut
8.kulit kering
9.rambut klien terlihat kusam
10.kuku klien terlihat kotor
11.klien hanya makan ±2 sendok makan
12.klien tidak menghabiskan porsi makan yang diberikan
13.observasi TTV
TD:130/70 mmHg
S:37°C
N:85x/menit
P:20x/menit


ANALISA DATA

Nama klien:Tn”M”                                                                       Diagnosa medis:anemis
Umur:53 tahun                                                                             Ruangan:interna 1
Jenis kelamin:laki-laki                                                                  Tanggal:21 agustus 2016
NO
DATA
ETIOLOGI
MASALAH
1.
DS:
-klien mengatakan nafsu makan berkurang karena nyeri pada tenggorokan

DO:
-klien hanya makan ±2 sendok makan
-klien tidak menghabiskan porsi makan yang diberikan
Penurunan jumlah eritrosit


Penurunan kadar Hb
 


Efek c
 


Gangguan penyerapan nutrisi dan desinfiensi folat

Glositis berat,meradang diare,kehilangan nafsu makan
 


Inteknutrisi turun


Canoreksia
 


Ketidak keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
Ketidak keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan




















2.
DS:
-klien mengatakan susah tidur
-klien mengatakan bahwa hanya 1x24 jam

DO:
-conjungtiva pucat
-terdapat lingkaran hitam dibawah mata













lingkungan sekitar kurang nyaman
 


perasaan kurang nyaman


 tidur terganggu


Gangguan pola  tidur









Gangguan pola  tidur





3.
DS:
-klien mengatakan susah bergerak karena sakit pada daerah bagian lengan kanan atas dan kaki kanan bagian bawah
-klien mengatakan sakitnya timbul pada saat beraktivitas

DO:
-massa otot menurun,tonus otot lemah,kekuatan otot lemah

Penurunan jumlah eritrosit


Penurunan kadar Hb

 



Hipoksia
 


Lemah,lesu,parestesia,mati rasa,ataksia,gangguan kordinasi,bingung
Defisit perawatan diri intoleransi aktivitas
 


Intoleransi aktivitas

Intoleransi aktivitas
















4.
DS:
-klien mengatakan tidak pernah mandi selama masuk di RS

DO:
-kulit kering
-rambut klien kusam
-kuku klien kotor
Perubahan status kesehatan


Kelemahan
 



Kurang pengetahuan tentang perawatan diri


Defisit perawatan diri
Defisit perawatan diri















DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama klien:Tn”M”                                                                       Diagnosa medis:anemis
Umur:53 tahun                                                                             Ruangan:interna 1
Jenis kelamin:laki-laki                                                                  Tanggal:21 agustus 2016

NO
MASALAH/DIAGNOSA
TGL DITEMUKAN
TGL TERATASI
1.



2.


 3.




4.






Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan dengan intake yang kurang,anoreksia

Konstipasi berhubungan dengan pola defikasi tidak teratur

Gangguan pola  tidur




Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik
21 agustus 2016



21 agustus 2016


21 agustus 2016




21 agustus 2016
















INTERVENSI KEPERAWATAN
Nama klien:Tn”M”                                                                       Diagnosa medis:anemis
Umur:53 tahun                                                                             Ruangan:interna 1
Jenis kelamin:laki-laki                                                                  Tanggal:21 agustus 2016
NO
DIANOSA KEPERAWATN
TUJUAN
INTERVENSI
RASIONAL
1.











































2.
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan

DS:
-klien mengatakan nafsu makan berkurang karena nyeri pada tenggorokan

DO:
-klien hanya makan ±2 sendok makan
-klien tidak menghabiskan porsi makan yang diberikan


























Gangguan pola tidur
DS:
-klien mengatakan susah tidur
-klien mengatakan bahwa hanya 1x24 jam

DO:
-conjungtiva pucat
-terdapat lingkaran hitam dibawah mata






Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x 24 jam dihara[kan kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dengan kriteria :


a)adanya peningkatan BB sesuai dengan tujuan

b)berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan
c)mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi

d)tidak ada tanda-tanda malnutrisi

e)menunjukkan peningkatan fungsi pengecapan dari menelan

f)tidak terjadi penurunan BB yang berarti





Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan pola tidur klien dapat terpenuhi dengan kriteria :

a)jumlah jam tidur dalam batasan normal
6-8 jam

b)pola tidur,kualitas dalam batas normal

c)perasaan segar sesudah tidur atau istirahat

d)mampu mengidentifikasi hal-hal yang meningkatkan tidur














a)monitor adanya perubahan BB



b)berikan makanan yang mudah ditelan seperti bubur dan hidangkan dalam keadaan hangat





c)berikan makanan sesuai diet sedikit demi sedikit dengan frekuensi sering



d)berikan cairan infus sesuai kebutuhan






e)evaluasi status nutrisi umum (pori makan,keinginan)












a)Kaji penyebab gangguan
pola tidur klien







b)kaji kebiasaan klien sebelum tidur







c)Berikan posisi yang nyaman pada klien pada saat mau tidur.



d) Anjurkan klien berdoa sebelum tidur.
















a)indikator keadaan/status nutrisi perubahan BB

b)memudahkan pasien dalam menerima makanan,makanan yang hangat dapat meningkatkan nafsu makan

c)dengan makan sedikit meningkat intake makanan/nutrisi perlahan-lahan

d)cairan infus dapat meningkatkan pemasukan nutrisi langsung melalui parenteral

e)mengetahui keadaan/kondisi selanjutnya












a)Untuk mengetahui penyebab gangguan pola tidur dan juga menentukan menentukan intervensi selanjutnya

b)Dengan mengetahui keadaan sebelum tidur, klien dapat
membantu dalam menentukan intervensi selanjutnya

c) Dengan posisi yang nyaman, klien bisa tidur dengan nyenyak.


d) Berdoa dapat menenangkan jiwa sehingga tidur menjadi nyenyak.


3.
Intoleransi aktivitas

DS:
-klien mengatakan susah bergerak karena sakit pada daerah bagian lengan kanan atas dan kaki kanan bagian bawah
-klien mengatakan sakitnya timbul pada saat beraktivitas

DO:
-massa otot menurun,tonus otot lemah,kekuatan otot lemah

Setelah melakukan tindakan keperawatan diharapkan klien dapat beraktivitas secara mandiri dengan kriteria hasil :
-          KU baik
-          Klien mampu beraktivitas
-           Kebutuhan klien terpenuhi secara mandiri

a)Observasi perkembangan klien dalam beraktivitas





b)Kaji tingkat kemampuan aktivitas klien





c)Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan ADL-nya



d)Libatkan keluarga klien dalam setiap tindakan terapi pengobatan
a)Untuk mengetahui sejauh mana aktivitas yang dapat ditoleransi oleh klien dan sebagai indikator intervensi selanjutnya.
b)Dapat mengetahui sejauh mana perkembangan klien dalam memenuhi kebutuhan ADL-nya.

c)Agar klien merasa diperhatikan dan kebutuhan ADL klien dapat terpenuhi

d)Keterlibatan keluarga klien dalam  setiap tindakan pengobatan dapat mempercepat proses penyembuhan dan dapat meningkatkan kemandirian klien

















4.
Defisit perawatan diri
DS:
-klien mengatakan tidak pernah mandi selama masuk di RS

DO:
-kulit kering
-rambut klien kusam
-kuku klien kotor
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan klien dapat merasa nyaman dengan

Kriteria :
a)perawatan diri mandi:mampu untuk membersihkan tubuh sendiri secara mandiri dengan atau tanpa alat bantu

b)perawatan diri hygiene:mampu untuk mempertahankan kebersihan dan penampilan yang rapi secara mandiri dengan atau  tanpa alat bantu

c)perawatan diri hygiene oral:mampu untuk merawat mulut dan gigi secara mandiri dengan atau tanpa alat bantu

d)mampu mempertahankan mobilitas yang diperlukan untuk ke kamr mandi dan menyediakan pergelangan mandi

e)membersihkan dan mengerinkan tubuh

f)mengungkapkan secara verbal kepuasan tentang kebersihan tubuh dan hygiene oral

a)Kaji tingkat keti-dakmampuan klien dalam melakukan aktivitas perawatan diri




b)Bantu klien dalam memenuhi kebu-tuhan personal hygiene (mandi).


c)Potong kuku jari tangan dan kaki klien.


d)Bimbing keluarga dalam merawat diri (klien).



 e)Anjurkan kepada keluarga untuk memandikan klien 2x sehari

a)Dengan
mengkaji tingkat kemampuan klien melakukan aktivitas perawatan diri dan intervensi.

b)Menjaga kebersihan diri dan memberikan rasa nyaman.

c)Agar kuku klien pendek dan bersih.


d)Keluarga mengetahui cara merawat diri klien.

e)Agar klien nampak segar

TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama klien:Tn”M”                                                                       Diagnosa medis:anemis
Umur:53 tahun                                                                             Ruangan:interna 1
Jenis kelamin:laki-laki                                                                  Tanggal:21 agustus 2016

TGL
NO
DX
IMPLEMENTASI
EVALUASI
22-08-2016
08.30


08.40



08.45




08.50

1

1)      mengkaji adanya perubahan BB Dengan Hasil  : berat badan klien sesuai dengan tinggi badannya
2)      memberikan makanan yang mudah ditelan seperti bubur dan hidangkan dalam keadaan hangat dengan Hasil  : nutrisi klien terpenuhi
3)      memberi makanan sesuai diet sedikit demi sedikit dengan frekuensi sering  dengan Hasil  : klien mampu mengahabiskan 1 porsi makanan yang diberikan
4)      memberi cairan infus sesuai kebutuhan dengan Hasil  : klien diberi cairan infus RL 28  tetes/menit

22-08-2016
Jam 13.30

S  : klien mengatakan nafsu makannya bertambah

O  : klien mampu menghabiskan 1 porsi makanan

A  : masalah  teratasi

P  : Hentikan intervensi









22-08-2016
10.00



10.15


10.25



10.35

2.

1)      Mengkaji penyebab gangguan pola tidur klien dengan Hasil  : klien mampu tidur sesuai dengan kebutuhan
2)      Mengkaji kebiasaan klien sebelum tidur dengan Hasil  : klien merasa rileks sebelum tidur
3)      Memberikan posisi yang nyaman pada klien pada saat mau tidur dengan dengan Hasil  : klien merasa nyaman saat tidur
4)      Menganjurkan klien berdoa sebelum tidur dengan Hasil  :  ketaatan klien beribaadah saat sakit terpenuhi
22-08-2016
Jam 13.40
S  : klien mengatakan suda bisa tidur

O  : kconjungtiva klien tidak pucat

A  : masalah teratasi

P  : hentikan intervensi













22-08-2016
10.50




10.55


11.00


11.10

3.

1)      Mengobservasi perkembangan klien dalam beraktivitas dengan Hasil  : klien mampu beraktifitas tanpa bantuan
2)      Mengkaji tingkat kemampuan aktivitas klien dengan Hasil  : klien mampu berjalaan tanpa bantuan
3)      Memberikan bantuan kepada klien dalam memenuhi kebutuhan ADL-nya dengan Hasil  : klien mampu memenuhi kebutuhan ADLnya
4)      Melibatkan keluarga klien dalam setiap tindakan terapi pengobatan dengan Hasil  : klien mampu cepat sembuh dari penyakitnya
22-08-2016
Jaam 14.00
S  :klien mengatakan mampu bangun dari tempat tidur

O  : klien berjalan tanpa banuan


A  : masalah teratasi



P  : hentikan intervensi





22-08-2016
11.15


11.20



12.00


12.15
4.

1)      Mengkaji personal hygiene dengan Hasil  : kebutuhan personal hygiene klien terpenuhi
2)      Memberikan bantuan kepada klien untuk mandi di tempat tidur dengan Hasil  : klien merasa segar
3)      Menganjurkan keluarga klien untuk mengganti pakaian tiap hari. Dengan Hasil  : klien merasa nyaman
4)      Memberikan bantuan kepada klien untuk memotong kuku dengan Hasil  : kuku klien tampak bersih

22-08-2016
Jam 14.30

S  : klien menggunakan tissue basah untuk membersihaan badannya


O  : kulit klien bersih



A  : masalah teratasi



P  : hentikan intervensi