PENGKAJIAN
I.Biodata
A. Identitas Klien
1. Nama :Tn”M”
2. Usia :53 Tahun
3. Jenis Kelamin :Laki-Laki
4. Agama :Islam
5. Suku Bangsa
:Bugis
6. Status
Pernikahan :Kawin
7. pekerjaan
:Petani
8. Nomor RM
:26 44 19
9. Tanggal Masuk
RS :20-08-2016
10. Tanggal Penakajian
: 21-08-2016
B. Penanggung Jawab
1. Nama :Suherman
2. Usia :31 Tahun
3. Jenis Kelamin
:Laki-Laki
4. Pekerjaan :Pegawai
5. Hubungan
dengan Klien:Anak
II. Keluhan Utama
1.
Keluhan utama : lemas
2.
Faktor pencetus : bertahap
3.
Timbulnya keluhan :
4.
Timbul keluhan : pada saat klien
beraktifitas
5.
Faktor yang memperberat : keluhan timbul
saat beraktivitas
6.
Upaya yang di lakukan untuk mengatasinya
:
Di bantu : klien di bantu oleh keluarga
atau perawat
7.
Diagnosa medik : anemis
III. Riwayat Kesehatan
a.
Riwayat kesehatan sekarang :
klien masuk RS tenriawaru bone
pada tanggal 20 agustus 2016 dengan keluhan lemas, keluhan bertambah bila
beraktivitas dan di rasakan hilang timbul sejak
upaya yang di lakukan untuk mengatasinya
yaitu di bantu oleh keluarga atau perawat`
b.
Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Klien
mengatakan tidak pernah masuk di RS
c.
Riwayat Kesehatan Keluarga
Tidak
ada keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan klien
IV. Riwayat Psikososial
1.
Pola konsep Diri
a.
Citra Tubuh : klien hanya menganggap dirinya
orang biasa
b.
Identitas Diri : keluarga klien
mengatakan bahwa klien anak ke 3 dari 4 bersaudara
c.
Peran Diri : keluarga klien mengatakan
klien berperan sebagai kepala rumah tangga
d.
Ideal Diri : keluarga klien mengatakan
agar klien cepat sembuh dan dapat kembali pulang dan bisa berkumpul bersama
keluarganya
e.
Harga Diri : keluarga klien mengatakan
klien di sayangi dan di hargai oleh keluarganya
2.
Pola Kognitif : klien tidak mengalami
gangguan ingatan
3.
Pola Koping : klien dalam mengambil
keputusan selalu melibatkan keluarga
4.
Pola Interaksi : klien dapat berinteraksi
dan keluarga, dokter dan perawat dengan baik.
V. Riwayat
Spritual
1. Ketaatan Klien
Beribadah : sebelum masuk RS klien masih melaksanakan sholat 5 waktu, setelah
di rawat di RS klien tidak dapat melaksanakan sholat 5 waktu.
2. Dukungan Keluarga
Klien : keluarga klien sangat mendukung atas perawatan yang di berikan dan
senantiasa memberikan semangat kepada klien.
3. Ritual Yang Biasa Di
Jalankan Klien : klien selalu berdoa agar cepat sembuh.
VI. Pemeriksaan Fisik
A.
Keadaan Umum Klien
1.
Tanda-tanda stress : klien lemas
2.
Penampilan di hubungkan dengan usia :
penampilan klien sesuai dengan usia.
3.
Ekspresi wajah : meringis
-Bicara
: kurang baik atau tidak jelas
-Mood
: kurang baik
4.
Tinggi Badan : 165 cm
Berat Badan : 42 kg
Gaya Berjalan : bedrest
B.
Tanda-Tanda Vital
TD
: 130/70 mmhg
S
: 370 C
N
: 85x/i
P
: 20x/i
C.
Sistem Pernapasan
1.
Hidung
a.
Inspeksi
Hidung
simetris kiri dan kanan, tidak ada pernapasan cuping hidung tidak ada sekret
yang menghalangi penciuman, tidak ada polip, tidak ada epistaksis.
b.
Palpasi
Tidak
ada nyeri tekan, tidak teraba adanya benjolan.
2.
Leher
a.
Inspeksi : tidak terdapat adanya
pembesaran kelenjar tiroid.
b.
Palpasi : tidak teraba adanya pembesaran
kelenjar tiroid. Refleks menelan kurang baik, tidak terdapat adanya tumor,
tidak adanya nyeri tekan.
3.
Dada
a.
Inspeksi
Bentuk
dada simetris kiri dan kanan, pergerakan dada mengikuti irama napas,
perbendingan ukuran anterior dan pasterior 2:1, suara napas vasikuler
(inspirasi˃ekspirasi) dan tidak ada nafas tambahan.
b.
Palpasi
Tidak
teraba adanya massa dan nyeri tekan
Ekspansi
dada simetris kiri dan kanan
D.
Sistem kardiovaskuler
1.
Inspeksi
Konjungtiva
pucat, bibir pucat
2.
Palpasi
Arteri
karotis cukup lemah daan vena jogularis tidak meninggi
3.
Auskultasi
Bunyi
jantung s1:lup s2:dup, tidak ada bunyi tambahan murmur
atau gallop
E.
Sistem pencernaan
1.
Inspeksi
Sklera
tidak ikterus, bibir kering, tidak ada stomatitis, abdomen simetris kiri dan
kanan.
2.
Palpasi
Tidak
ada nyeri tekan pada abdomen, abdomen kembung, feses tidak teraba pada daerah
kuadran kiri bawah kkolor desenden
3.
Auskultasi
Gerakan
peristaltik 6x/i
F.
Sistem indra
a.
Mata
1.
Inspeksi
-kelopak mata tidak
udema, alis mata pendek kiri dan kanan.
-visus:klien mampu
melihat dengan jarak 30 cm dengan menggunakan objek jek yang di berikan.
-lapang pandang: klien
mampu melihat objek dengan jarak 1800 sesuai dengan perintah
2. Palpasi
Tidak ada nyeri tekan
b.
Hidung
1.
Inspeksi
Simetris
kiri dan kanan, tidak ada sekret yang menghalangi,penciuman tidak ada
epitaksis.
2.
Palpasi
Tidak
ada nyeri tekan.
c.
Telinga
1.
Inspeksi
Simetris
kiri dan kanan, kanal auditorius bersih, tidak ada serumen.
2.
Palpasi
Kedua
daun telinga lentur, tidak ada nyeri tekan.
G.
Sistem syaraf
a.
Fungsi cerebral
1.
Status mental orientasi
Klien
mengetahui hari ini, tanggal dan jam, klien dapat mengetahui kalau dirinya
masuk RS, klien juga ampu mengenal keluarganya.
2.
Kesadaran
a.
Eyes:4 (dapat membuka mata secara
spontan)
b.
Motorik:6 (dapat mengikuti perintah)
c.
Verbal:5 (mampu berbicara dengan baik)
3.
Bicara: kurang jelas
b.
Fungsi kranial
1.
Nervus I (olfaktorius): penciuman baik,
klien mampu membedakan bau parfum dengan minyak kayu putih.
2.
Nervus II (optikus): klien mampu melihat
dengan jarak 30 cm dan lapang pandang melihat dengan jarak 180o
3.
Nervus III,IV,VI (okulomotorius,trochlear,abducen):
klien mampu menggerakkan bola mata kesegala arah, refleks kornea: baik
4.
Nervus V (trigemenus): refleks menelan
kurang baik
5.
Nervus VII (fasialis):
-sensorik→klien
mampu merasakan sentuhan
-otonom→terdapat dan laktaminasi
-motorik→klien
dapat mengontrol gerakan wajah seperti tersenyum dan mengerutkan dahi
6.
Nervus VIII (akustikus): pendengaran
klien krang baik, klien kurang mampu mendengarkan apa yang di sampaikan.
7.
Nervus IX (glosulfaringeus): klien dapat
merasakan manis dtan pahit.
8.
Nervus X (vagus): gerrakan ovula
baik,terdapat reaksi rangsangan mual muntah.
9.
Nervus IX (assesonus): terdapat tekanan
antara pipoi kiri dan kanan, terdapat tekanan pada pundak.
10. Nervus
XII (hipoglosus): klien mampu menjulurkan lidah dan menggerakkan ke kiri dan ke
kanan.
C.
Fungsi motorik
1
5
1 5
1.
Massa otot menurun
2.
Tonus otot lemah
3.
Kekuatan otot lemah
D. fungsi sensorik
Klien dapat merasakan
stimulus atau ransangan dari luar misalnya sentuhan suhu panas dan dingin,
klien mampu merasakan nyeri
E. fungsi cerebelum
Klien mengatakan bahwa
ia bisa menjaga keseimbangan namun
merasa pusing
F. reflleks
1. bisep : +/+ (terdapat reaksi)
2. trisep : +/+ (terdapat reaksi)
3. patella : +/+ (terdapat reaksi)
4. babinsky : +/+ (terdapat reaksi)
H. sistem
muskoloskeletal
1. kepala
a. inspeksi : bentuk
kepala mesocephal, rambut beruban
b. palpasi : tidak ada nyeri tekan, rambu tidak mudah
tercabut
2. vetebrae
a. tidak terdapat
lordosisi
b. tidak terdapat
kiposis
c. tidak terdapat
scoliosis
3. Pelvis : gaja
berjalan tidak dikaji
4. lutut : ada
pembengkakan, karena reumatik klien kambuh
5. kaki : tidak ad pembengkakan
6. tangan : ada
pembengkakan bagian lengan karena reumatik
I. sistem Inntegumen
1. rambut
a. inspeksi : rambut beruban. Rambut kusam
b. palpasi : rambut
tidak mudah tercabut, tidak ada nyeri tekan
2. kulit
a. inspeksi : warna
kulit sawomatang, kulit kering, kulit keriput
b. palpasi : temperatur
teraba, hangat dan tidak ada nyeri tekan
3. kuku
a. inspeksi : warna
putih, cembung dan tebal, permukaan kuku rata, kuku tangan dan kaki tidak
panjang dan kotor
J. sistem endokrin
Tidak ada pembesaran
kelenjar tiroid, polidipsi dan polipagi tidak ada suhu dalam batas normal,
keringat tidak berlebihan.
K. sistem perkemihan
Tidak terdapat edema,
tidak terdapat nocturia dan disuria dan tidak mengalami kencing batu
L. sitem reproduksi
a. tidak dikaji karena
klien menolak
b. klien sudah
berkeluarga dan mempunyai anak
c. pertumbuhan rambut
inspeksi
: terdapat pertumbuhan pada ketiak
d.
Pertumuhan jakun : terdapat pertumbuhan
jakun
M. sistem imun
Tidak terdapat riwayat
alergi dan terdapat riwayat transfusi
VII. Aktivitas
sehari-hari
|
NO
|
KONDISI
|
SEBELUM
SAKIT
|
SAAT
SAKIT
|
|
|
a.
NUTRISI
|
|
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
Selera
makan
Menu
makan
Frekunsi
makanan
Makanan
yang di sukai
Makanan
pantangan
Pembatasan
pada makanan
Cara
makan
|
Baik
Ikan,
nasi, sayur
3x
sehari
Gado-gado
Tidak
ada
Tidak
ada
sendiri
|
Kurang
baik
Bubur
Tidak
teratur
-
-
Tidak
ada
Di
bantu
|
|
|
3.
b.
cairan
|
|
|
|
1.
2.
3.
|
Jenis
yang di konsumsi
Frekuensi
makanan
Kebutuhan
cairan
|
Air
putih
8
gelas/hari
8
gelas/hari
|
Air
putih dan cairan
Tidak
teratur
Tidak
teratur
|
|
|
c.
El c. eminasi BAB dan BAK
|
|
|
|
1.
2.
3.
|
Tempat
pembuangan
Konsistensi
Frekuensi
|
Wc
lancar
tidak
teratur
|
Wc
Tidak
teratur
Tidak
teratur
|
|
|
d. istirahat tidur
|
|
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Jam
tidur
Siang:
Malam:
Pola
tidur
Kebiasaan
sebelum tidur
Kesulitan
tidur
|
13.00-15.30
21.00-04.30
Teratur
Nonton,baca
doa
Tidak
ada
|
Tidak
teratur
Tidak
teratur
Tidak
teratur
Tidak
ada
Gelisah
|
|
|
e. olahraga
|
|
|
|
1.
2.
|
Program
olahraga
Berapa
lama olahraga
|
Tidak
ada
Tidak
ada
|
Tidak
ada
Tidak
ada
|
|
|
f.
personal hygiene
|
|
|
|
1.
2.
3.
|
Mandi
Frekuensi
Alat
mandi
Cuci
rambut
Frekuensi
Alat
Gunting
kuku
Frekuensi
Alat
|
Sendiri
2x/hari
Sabun
Sendiri
Tidak
menentu
Sampo
Sendiri
2x/sebulan
Gunting
kuku
|
|
|
|
g. aktivitas/mobilitas fisik
|
|
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Kegiatan sehari-hari
Pengaturan pendapat
harian
Penggunan alat bantu
Kesulitan pergerakan
tubuh
|
Petani
Tidak
ada
Tidak
ada
Tidak
sulit
|
Tidak
ada
Tidak
ada
Di
bantu keluarga
Sulit
|
|
|
h.
rekreasi
|
|
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Perasaan saat bekerja
Berapa banyak waktu
luang
Waktu senggang
keluarga
Kegiatan libur
|
Senang
Tidak
menentu
Tidak
ada
Tidak
ada
|
Tidak
ada
Tidak
ada
Di
bantu keluarga
Sulit
|
DATA
FOKUS
Nama
klien:Tn”M” Diagnosa
medis:anemis
Umur:53
tahun
Ruangan:interna 1
Jenis
kelamin:laki-laki Tanggal:21
agustus 2016
|
NO
|
DATA
SUBJEKTIF
|
DATA
OBJEKTIF
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
Klien
mengatakan perasaan lemas
Klien
mengatakan rasa sakitnya hilang timbul
Klien
mengatakan sakitnya timbul pada saat beraktivitas
Klien
mengatakan nafsu makan berkurang karena nyeri pada tenggorokan
Klien
mengatakan susah bergerak karena sakit pada daerah bagian lengan kanan atas
dan kaki kanan bagian bawah
Klien
mengatakan selama 1 minggu baru 2x BAB
Klien
mengatakan nyeri pada bagian lutut dan kanan karena reumatik klien kambuh
Klien
mengatakan susah tidur
Klien
mengatakan tidur hanya 1x24 jam
Klien
mengatakan tidak pernah mandi selama masuk di RS
|
1.Klien
meringis
2.skala
nyeri 6(sedang)
3.conjungtiva
pucat
4.abdomen
kembung
5.bibir
kering dan pucat
6.massa
otot menurun,tonus otot
lemah,kekuatan otot lemah
7.terjadi
pembengkakan pada lutut
8.kulit
kering
9.rambut
klien terlihat kusam
10.kuku
klien terlihat kotor
11.klien
hanya makan ±2 sendok makan
12.klien
tidak menghabiskan porsi makan yang diberikan
13.observasi
TTV
TD:130/70
mmHg
S:37°C
N:85x/menit
P:20x/menit
|
ANALISA DATA
Nama
klien:Tn”M”
Diagnosa medis:anemis
Umur:53
tahun Ruangan:interna
1
Jenis
kelamin:laki-laki
Tanggal:21 agustus 2016
|
NO
|
DATA
|
ETIOLOGI
|
MASALAH
|
|
1.
|
DS:
-klien
mengatakan nafsu makan berkurang karena nyeri pada tenggorokan
DO:
-klien
hanya makan ±2 sendok makan
-klien
tidak menghabiskan porsi makan yang diberikan
|
Penurunan
kadar Hb
Efek
c
Glositis
berat,meradang diare,kehilangan nafsu makan
Canoreksia
Ketidak
keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
|
Ketidak
keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
|
|
2.
|
DS:
-klien
mengatakan susah tidur
-klien
mengatakan bahwa hanya 1x24 jam
DO:
-conjungtiva
pucat
-terdapat
lingkaran hitam dibawah mata
|
lingkungan sekitar kurang nyaman
Gangguan pola tidur
|
Gangguan pola tidur
|
|
3.
|
DS:
-klien
mengatakan susah bergerak karena sakit pada daerah bagian lengan kanan atas
dan kaki kanan bagian bawah
-klien
mengatakan sakitnya timbul pada saat beraktivitas
DO:
-massa
otot menurun,tonus otot lemah,kekuatan otot lemah
|
Penurunan kadar Hb
Hipoksia
Lemah,lesu,parestesia,mati
rasa,ataksia,gangguan kordinasi,bingung
Defisit perawatan diri intoleransi
aktivitas
Intoleransi aktivitas
|
Intoleransi aktivitas
|
|
4.
|
DS:
-klien
mengatakan tidak pernah mandi selama masuk di RS
DO:
-kulit
kering
-rambut
klien kusam
-kuku
klien kotor
|
Kelemahan
Defisit perawatan diri
|
Defisit perawatan diri
|
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama
klien:Tn”M”
Diagnosa medis:anemis
Umur:53
tahun
Ruangan:interna 1
Jenis
kelamin:laki-laki Tanggal:21
agustus 2016
|
NO
|
MASALAH/DIAGNOSA
|
TGL DITEMUKAN
|
TGL TERATASI
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan dengan intake yang kurang,anoreksia
Konstipasi
berhubungan dengan pola defikasi tidak teratur
Gangguan pola tidur
Defisit perawatan diri berhubungan dengan
kelemahan fisik
|
21 agustus 2016
21 agustus 2016
21 agustus 2016
21 agustus 2016
|
|
INTERVENSI KEPERAWATAN
Nama
klien:Tn”M”
Diagnosa medis:anemis
Umur:53
tahun
Ruangan:interna 1
Jenis
kelamin:laki-laki Tanggal:21
agustus 2016
|
NO
|
DIANOSA KEPERAWATN
|
TUJUAN
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
|
1.
2.
|
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan
DS:
-klien
mengatakan nafsu makan berkurang karena nyeri pada tenggorokan
DO:
-klien
hanya makan ±2 sendok makan
-klien tidak
menghabiskan porsi makan yang diberikan
Gangguan pola tidur
DS:
-klien
mengatakan susah tidur
-klien
mengatakan bahwa hanya 1x24 jam
DO:
-conjungtiva
pucat
-terdapat lingkaran
hitam dibawah mata
|
Setelah dilakukan
intervensi keperawatan selama 3x 24 jam dihara[kan kebutuhan nutrisi dapat
terpenuhi dengan kriteria :
a)adanya peningkatan
BB sesuai dengan tujuan
b)berat badan ideal
sesuai dengan tinggi badan
c)mampu
mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
d)tidak ada
tanda-tanda malnutrisi
e)menunjukkan
peningkatan fungsi pengecapan dari menelan
f)tidak terjadi
penurunan BB yang berarti
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan diharapkan pola tidur klien dapat terpenuhi dengan kriteria :
a)jumlah jam tidur
dalam batasan normal
6-8 jam
b)pola tidur,kualitas
dalam batas normal
c)perasaan segar
sesudah tidur atau istirahat
d)mampu
mengidentifikasi hal-hal yang meningkatkan tidur
|
a)monitor adanya
perubahan BB
b)berikan makanan
yang mudah ditelan seperti bubur dan hidangkan dalam keadaan hangat
c)berikan makanan
sesuai diet sedikit demi sedikit dengan frekuensi sering
d)berikan cairan
infus sesuai kebutuhan
e)evaluasi status
nutrisi umum (pori makan,keinginan)
a)Kaji penyebab
gangguan
pola tidur klien
b)kaji kebiasaan
klien sebelum tidur
c)Berikan posisi yang
nyaman pada klien pada saat mau tidur.
d) Anjurkan klien
berdoa sebelum tidur.
|
a)indikator
keadaan/status nutrisi perubahan BB
b)memudahkan pasien
dalam menerima makanan,makanan yang hangat dapat meningkatkan nafsu makan
c)dengan makan
sedikit meningkat intake makanan/nutrisi perlahan-lahan
d)cairan infus dapat
meningkatkan pemasukan nutrisi langsung melalui parenteral
e)mengetahui
keadaan/kondisi selanjutnya
a)Untuk mengetahui
penyebab gangguan pola tidur dan juga menentukan menentukan intervensi
selanjutnya
b)Dengan mengetahui
keadaan sebelum tidur, klien dapat
membantu dalam
menentukan intervensi selanjutnya
c) Dengan posisi yang
nyaman, klien bisa tidur dengan nyenyak.
d) Berdoa dapat
menenangkan jiwa sehingga tidur menjadi nyenyak.
|
|
3.
|
Intoleransi aktivitas
DS:
-klien
mengatakan susah bergerak karena sakit pada daerah bagian lengan kanan atas
dan kaki kanan bagian bawah
-klien
mengatakan sakitnya timbul pada saat beraktivitas
DO:
-massa otot menurun,tonus
otot lemah,kekuatan otot lemah
|
Setelah melakukan
tindakan keperawatan diharapkan klien dapat beraktivitas secara mandiri
dengan kriteria hasil :
-
KU baik
-
Klien mampu beraktivitas
-
Kebutuhan klien terpenuhi secara mandiri
|
a)Observasi perkembangan
klien dalam beraktivitas
b)Kaji tingkat
kemampuan aktivitas klien
c)Bantu klien dalam
memenuhi kebutuhan ADL-nya
d)Libatkan keluarga
klien dalam setiap tindakan terapi pengobatan
|
a)Untuk
mengetahui sejauh mana aktivitas yang dapat ditoleransi oleh klien dan
sebagai indikator intervensi selanjutnya.
b)Dapat
mengetahui sejauh mana perkembangan klien dalam memenuhi kebutuhan ADL-nya.
c)Agar
klien merasa diperhatikan dan kebutuhan ADL klien dapat terpenuhi
d)Keterlibatan
keluarga klien dalam setiap tindakan
pengobatan dapat mempercepat proses penyembuhan dan dapat meningkatkan
kemandirian klien
|
|
4.
|
Defisit perawatan diri
DS:
-klien
mengatakan tidak pernah mandi selama masuk di RS
DO:
-kulit
kering
-rambut
klien kusam
-kuku klien kotor
|
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan diharapkan klien dapat merasa nyaman dengan
Kriteria :
a)perawatan diri
mandi:mampu untuk membersihkan tubuh sendiri secara mandiri dengan atau tanpa
alat bantu
b)perawatan diri
hygiene:mampu untuk mempertahankan kebersihan dan penampilan yang rapi secara
mandiri dengan atau tanpa alat bantu
c)perawatan diri
hygiene oral:mampu untuk merawat mulut dan gigi secara mandiri dengan atau
tanpa alat bantu
d)mampu
mempertahankan mobilitas yang diperlukan untuk ke kamr mandi dan menyediakan
pergelangan mandi
e)membersihkan dan
mengerinkan tubuh
f)mengungkapkan
secara verbal kepuasan tentang kebersihan tubuh dan hygiene oral
|
a)Kaji
tingkat keti-dakmampuan klien dalam melakukan aktivitas perawatan diri
b)Bantu
klien dalam memenuhi kebu-tuhan personal hygiene (mandi).
c)Potong
kuku jari tangan dan kaki klien.
d)Bimbing
keluarga dalam merawat diri (klien).
e)Anjurkan kepada keluarga untuk memandikan
klien 2x sehari
|
a)Dengan
mengkaji tingkat
kemampuan klien melakukan aktivitas perawatan diri dan intervensi.
b)Menjaga kebersihan
diri dan memberikan rasa nyaman.
c)Agar kuku klien
pendek dan bersih.
d)Keluarga mengetahui
cara merawat diri klien.
e)Agar
klien nampak segar
|
TINDAKAN KEPERAWATAN
Nama
klien:Tn”M”
Diagnosa medis:anemis
Umur:53
tahun
Ruangan:interna 1
Jenis
kelamin:laki-laki Tanggal:21
agustus 2016
|
TGL
|
NO
DX
|
IMPLEMENTASI
|
EVALUASI
|
|
22-08-2016
08.30
08.40
08.45
08.50
|
1
|
1)
mengkaji adanya perubahan BB Dengan Hasil : berat badan klien sesuai dengan tinggi badannya
2)
memberikan makanan yang mudah ditelan seperti
bubur dan hidangkan dalam keadaan hangat dengan Hasil : nutrisi klien terpenuhi
3)
memberi makanan sesuai diet sedikit demi sedikit
dengan frekuensi sering dengan Hasil : klien mampu mengahabiskan 1 porsi makanan
yang diberikan
4)
memberi cairan infus sesuai kebutuhan dengan Hasil : klien diberi cairan infus RL 28 tetes/menit
|
22-08-2016
Jam 13.30
S : klien mengatakan nafsu makannya bertambah
O : klien mampu menghabiskan 1 porsi makanan
A : masalah
teratasi
P : Hentikan intervensi
|
|
22-08-2016
10.00
10.15
10.25
10.35
|
2.
|
1)
Mengkaji penyebab gangguan pola tidur klien dengan
Hasil : klien mampu tidur sesuai
dengan kebutuhan
2)
Mengkaji kebiasaan klien sebelum tidur dengan Hasil : klien merasa rileks sebelum tidur
3)
Memberikan posisi yang nyaman pada klien pada saat
mau tidur dengan dengan Hasil : klien
merasa nyaman saat tidur
4)
Menganjurkan klien berdoa sebelum tidur dengan Hasil : ketaatan klien beribaadah saat sakit
terpenuhi
|
22-08-2016
Jam 13.40
S : klien mengatakan suda bisa tidur
O : kconjungtiva klien tidak pucat
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi
|
|
22-08-2016
10.50
10.55
11.00
11.10
|
3.
|
1)
Mengobservasi perkembangan klien dalam beraktivitas
dengan Hasil : klien mampu
beraktifitas tanpa bantuan
2)
Mengkaji tingkat kemampuan aktivitas klien dengan Hasil : klien mampu berjalaan tanpa bantuan
3)
Memberikan bantuan kepada klien dalam memenuhi
kebutuhan ADL-nya dengan Hasil : klien
mampu memenuhi kebutuhan ADLnya
4)
Melibatkan keluarga klien dalam setiap tindakan
terapi pengobatan dengan Hasil : klien
mampu cepat sembuh dari penyakitnya
|
22-08-2016
Jaam 14.00
S :klien mengatakan mampu bangun dari tempat
tidur
O : klien berjalan tanpa banuan
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi
|
|
22-08-2016
11.15
11.20
12.00
12.15
|
4.
|
1)
Mengkaji personal hygiene dengan Hasil : kebutuhan personal hygiene klien
terpenuhi
2)
Memberikan bantuan kepada klien untuk mandi di
tempat tidur dengan Hasil : klien
merasa segar
3)
Menganjurkan keluarga klien untuk mengganti
pakaian tiap hari. Dengan Hasil :
klien merasa nyaman
4)
Memberikan bantuan kepada klien untuk memotong
kuku dengan Hasil : kuku klien tampak
bersih
|
22-08-2016
Jam 14.30
S : klien menggunakan tissue basah untuk
membersihaan badannya
O : kulit klien bersih
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar